Sabtu, 25 Desember 2010

Tidak Tau

Hatiku gundah........ aku tak tau arah.. aku tersesat,,,, aku hilang,,, aku jatuh.. aku rapuh,,, tak tau apa yang harus aku lakukan,,, tak tau apa yang harus aku perbuat. Ini salahku ? ini dosaku ? lalu salah siapa ini ? Dosa siapa ini ?? Aku bingung,, apa yang aku pilih,,, aku gila karena semua masalah ini.... aku gila.... aku tersesat.... aku hialng.. dimana aku ? siapa aku ? aku bodoh ? aku jahat ? aku nakal ? aku jelek ? aku buruk ? Siapa aku ?? kepada siapa aku bertanya ? siapa yng mau menjawab ? siapa yng mau mnegerti ? siapa yg mau membangkitkanku ?? aku terlalu lemah... aku terlalu berlebihan. Aku benci !!! Siapa aku ?? aku kehilangan peganganku.. aku kehilangan arah,,, aku kehilangan tujuanku,,, aku tak tau harus ke mana .... aku tak tau.... aku tak tau.....

Jangan Bersedih, Karena sesungguhnya Dunia terlalu Hina untuk Membuat Anda Bersedih

Ibnu al Mubarak, seorang alim yang mahsyur, berkata, "Puisi Adi ibn Zaid lebih aku sukai dair istana Amir Thahit ibn al Husein, jika memang istana itu milikku."



Puisi yang indah mempesona itu berbunyi demikian :

Wahai orang yang mencela dan menghina oran lain,

apakah kau lepas dari cobaan ?

Atau kau punya janji kuat dari hari-hari ?

engkau adalah orang bodoh dan tertipu.




Artinya : Wahai orang yang selalu menghina dan melecehkan orang lain, apakah Anda terikat janji untuk tidak terkena musibah seperti mereka ? Ataukah hari hari memberi Anda jaminan untuk keselamatan Anda dari berbagai macam cobaan ? Lalu mengapa Anda selalu mencela ?



Dalam sebuah hadits sahih disebutkan :"Seandainya dunia ini di sisi Alloh sama nilainya dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Alloh tidak akan pernah memberi minum seorang kafir walau seteguk air." Menurut Alloh, dunia lebih tidak berharga dari sayap seekor nyamuk. Inilah hakikat nilainya dari timbangannya di sisi Alloh. Lalu mengapa harus takut dan resah karenanya ?



Kebahagiaan adalah Anda merasa aman dengan diri, masa depan, keluarga dan kehidupan anda sendiri. Dan, semua ini terhimpun dalam keimanan, ridla Alloh, ridla terhadap ketentuanNya dan qana'ah







Diambil dari buku La Tahzan karya Dr. 'Aidh al-Qarni